Minggu, 26 Juli 2015

my other blog on tumblr


Ipah on Tumblr

Click Here

summary:
mini blog di tumblr bertema khusus yakni anak, remaja, dan parenting things.

Media Komunitas dan Representasi Penyuaraan Kebutuhan Masyarakat


Ramai pemberitaan di media massa arus utama tidak surut begitu saja usai ajang pemilihan umum presiden republik indonesia kemarin. Hingga kini setiap isu yang didapati kemungkinan tinggi terhadap korupsi atau kebijakan yang tidak sesuai harapan rakyat dengan mudah menjadi kontroversi. Tidak selesai menjadi berita di media massa, penggiringan isu melalui platform miniblog twitter ternyata bersuara lebih gencar! Sayangnya, tidak semua media arus utama mampu atau mau mengangkat isu-isu kaum minoritas seperti isu-isu konflik agraria atau potensi desa-desa di Indonesia.


Lalu bagaimana khalayak akan paham tentang isu-isu yang tidak seksi (padahal penting dan genting) ini? Imbasnya adalah isu-isu minoritas tersebut akan terus menjadi tabu. Seolah kebebasan pers bukan hak wong-wong cilik di desa-desa bahkan meski mereka sangat butuh publikasi, seperti sengketa Rembang, Urut Sewu, Apartemen Uttara hingga genosida terstruktur di Papua. Kemana aplikasi UU kebebasan berpendapat? 


Jumat, 24 Juli 2015

22 Tahun dan Hal-hal yang Hilang



Beberapa waktu belakangan ini saya sering depresi ketika memikirkan uang. Saya habis kehilangan uang dengan nominal hasil menguras keringat saya selama ini. Saya butuh membeli beberapa barang, salah satunya sepatu. Saya tidak bisa membeli sepatu tersebut. Saya juga harus membayar hutang kepada beberapa orang dan harus menundanya. Saya juga menunda pembayaran iuran di beberapa tempat dan tidak membalas sms beberapa orang karena tidak sanggup beli pulsa pada saat itu juga. 

Selasa, 21 Juli 2015

3 Remaja Difabel & Angkringan Tuli Madre


Mumpung saya masih terhitung remaja (uhuk), saya mau ikutan #OpiniRemaja #KitaSensitif buat Hari Remaja Internasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Kampung Halaman hehehe.

Begini, sekitar bulan Maret saya mencari-cari sebuah angkringan bernama Madre. Angkringan ini berhasil saya temukan di bagian pojok kawasan Taman Kuliner Pringwulung. Angkringan ini terdiri dari 2 tingkat, di bawah ada kursi-kursi di ruang terbuka dan di lantai dua adalah lesehan. Ada tulisan “Angkringan Tuli” dan spanduk berisi abjad A hingga Z dengan bahasa isyarat di depan angkringan. Ada pula spanduk bertuliskan “50% pekerja di Angkringan Madre adalah tuli” di lantai bawah.

(baca tulisan lain tentang Madre di sini)

Selasa, 07 Juli 2015

Ramadhan: Menjadi Berkah Bagi Orang Lain


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Awalnya tahu kalau Ramadhan di tengah bulan Juni ini padahal saat itu akhir Mei, reaksiku begini “ya ampun, ini diri masih sibuk bikin dosa dan Ramadhan udah mau datang lagi aja?”

Kemana perginya semangat Kembali Fitri 
dari Ramadhan-ramadhan kemarin?